Monday, January 7, 2013

Thank You 2012, Welcome 2013 [Karisha Nindya]

2012 sudah menjadi tahun yang cukup panjang untukku. Banyak mimpi-mimpi yang kurangkai disana, namun banyak juga mimpi yang harus dihapuskan, untuk kemudian diperbaharui. Di tahun ini pula aku memasuki umur 21. Masa dimana aku merasa tak lagi kecil. Mimpi-mimpi yang kupunya pun semakin banyak. Semakin meluas.

Mimpi-mimpi yang terwujudkan, membuatku semakin banyak membuat mimpi baru.  Namun terkadang hal yang ada tak semudah merencanakannya. Bahkan salah satu teman pun sering skali mengingatkan,”Satu-satu Chaa..”.

Tahun 2012 juga adalah tahun terakhir untuk menyelesaikan pendidikanku di salah satu universitas di Bandung. Masa magang yang kuhabiskan di salah satu bank besar di Jakarta, membuatku bertemu dengan orang-orang baru, hal-hal baru, yang memberikan banyak pelajaran berharga untukku. Walaupun hanya mahasiswa magang, aku sudah dapat merasakan “enak” dan “sulit” nya bekerja di perusahaan besar. Namun hal itu justru membuatku bermimpi dapat bekerja disana tahun depan, ketika studiku usai. Di tempat magang ini pula aku mewujudkan salah satu mimpiku, yaitu melakukan perjalanan keluar kota tanpa biaya dari orang tua. Gimana caranya? Yap, ikut dinas luar kota. Walaupun hanya 3 hari, tapi ada kebahagiaan dan perasaan bangga tersendiri. Entah. Mungkin itu rasanya ketika apa yang kita impikan terwujud. Dan lagi, seharusnya tak ada anak magang yang ikut. Namun dengan sedikit bantuan “catatan” dari “yang berwenang”, akhirnya muncullah sejarah anak magang bisa ikut dinas luar kota. Hehehee.

Memasuki pertengahan tahun, aku sudah kembali ke kampus tercinta. Dengan segala keinginan untuk cepat menyelesaikan tugas akhir dan sidang di bulan Nopember nanti. Serta mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya tentunya. Namun memang selalu saja ada “cobaan”. Banyak yang bilang, memang tahun-tahun terakhir itu selalu ada saja cobaannya. Dari dosen yang sulit ditemui, kemajuan yang nihil, hingga cobaan hidup yang sama sekali tidak berhubungan dengan dunia perkuliahan. Ya, cobaan hidup. Percintaan lebih tepatnya.

Memang kisah cinta tak bisa lepas dari kehidupan. Layaknya nyawa, kisah cinta ada yang tetap hidup, ada yang berakhir, ada yang datang kembali, ada pula yang pergi. Dengan adanya yang datang dan pergi itulah yang membuat berputarnya kehidupan. Disaat itulah roda percintaanku sedang berputar. Mimpi dan rencana yang dibangun bersama, mau tak mau harus di rubah. Tak mudah, memang. Tapi bukan tak mungkin juga. Menyesal? Tidak. Aku yakin semua ada proses dan masanya. Lagipula, banyak pengalaman dan pelajaran yang dapat kuambil dari hal-hal yang aku lalui.

Dengan segala yang ada, aku mengatur ulang mimpi dan rencana kedepanku. Mencoba mencari lagi apa yang sebenarnya aku inginkan. Memperbanyak bersosialisasi juga membantuku untuk melupakan dan membangun hal-hal baru dalam hidupku.

Memang semenjak awal aku selalu ingin memiliki usaha sendiri. Tapi rencananya itu nanti, ketika aku sudah memiliki modal yang cukup. Nanti ketika aku sudah puas bekerja kantoran. Nanti, ketika keuanganku sudah mapan. Nanti ketika anak-anakku sudah cukup besar untuk dapat kutinggal-tinggal. Tapi Allah berkehendak lain. Di balik kesedihanku tentang perpisahan, Allah mempertemukanku dengan teman-teman lama yang memiliki mimpi yang sama, memiliki perusahaan. Dari sharing mimpi, menyatukan mimpi, hingga merencanakan hal-hal yang bisa kami lakukan untuk mewujudkan itu, kami mulai membangun struktur, mencari tahu tentang hal-hal yang dibutuhkan untuk semua yang kami impikan. Memang hal ini bisa dihitung sebagai “sampingan” kami, namun kami berkomitmen untuk menjadikan mimpi-mimpi kami nyata. To give our best. Setelah cukup banyak “ngumpul” dan “ngobrol” yang kami lakukan, Alhamdulillah tahun 2012 jugalah yang menyatukan kami berlima hingga kami dapat mendirikan CV sendiri. Aku yang sambil menyelesaikan tugas akhir pun menjadi lebih semangat karena ada kegiatan baru yang menyibukkanku. Melelahkan, tapi menyenangkan. Setidaknya hidupku tak sia-sia. Jujur saja, aku termasuk orang yang pusing kalau tidak ada kerjaan. Karna aku berfikir untuk melakukan sebanyak yang aku bisa selagi aku muda, agar aku tak perlu melakukan banyak hal ketika tua nanti. Menikmati akhir usia tanpa memberatkan anak maupun keluarga. Itu salah satu mimpi besarku. Itulah mengapa aku ingin memiliki usahaku sendiri.

Seiring berjalannya waktu, memang keras kehidupan, Banyak yang bilang, 2 tahun pertama adalah yang terberat. Akan banyak sekali naik turun, pengorbanan, permasalahan internal, hingga defisit yang harus dirasakan. Tak mudah. Namun bukan tak mungkin. Mimpiku sekarang adalah membesarkan CV kami sambil terus mengejar mimpiku yang lain. Seperti menikah di umur 24 :D karena disetiap mimpi, ada mimpi lain yang berhubungan. Terlalu panjang untuk diceritakan disini. Tapi yang pasti menikmati apa yang dijalani dan dimiliki adalah the best part. You’ll never know. Oya, sambil membangun mimpiku yang itu, Alhamdulillah aku sudah menyelesaikan satu mimpiku, yaitu sidang di Bulan Nopember yang lalu. Di tahun ini aku juga bertemu dengan orang yang memberi warna baru dalam hidupku.

Mungkin pengorbanan yang dirasakan sekarang dapat menjadi investasi kebahagiaan di masa depan. Ya kan?

Tulisan ini dipersembahkan untuk mengikuti lomba #Mimpiku yang diselenggarakan oleh :
"GagasMedia: http://gagasmedia.net
Bukune: http://bukune.com
Gammara Leather: http://gammaraleather.com"

Semoga bisa dinikmati :)

2 comments:

Andy Sinaga said...

hehehehe gagaaaaaah... lanjutkan yang

Deny Pradia Utama said...

Bagus cha aku suka dibagian ini:
Disaat itulah roda percintaanku sedang berputar. Mimpi dan rencana yang dibangun bersama, mau tak mau harus di rubah. Tak mudah, memang. Tapi bukan tak mungkin juga. Menyesal? Tidak. Aku yakin semua ada proses dan masanya.